PD ‘Seret’ Moeldoko di Masalah Asia Sentinel, Ini Kata Istana

PD ‘Seret’ Moeldoko di Masalah Asia Sentinel, Ini Kata Istana Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik ‘menyeret’ Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masalah artikel Asia Sentinel yang memojokkan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah respon Istana? Jubir Presiden, Johan Budi SP, menyatakan Istana Kepresidenan tidak miliki jalinan benar-benar dengan artikel yang dimuat Asia Sentinel itu. Bahkan juga Johan menanyakan data yang dapat mengorelasikan hal tersebut. “Saya duga tidak ada jalinan benar-benar. Dimana letak rangkuman mem-backing itu dimana? Kan mesti ada data atau korelasi yang valid lalu dapat diambil kesimpulan ada jalinan dengan Istana,” kata Johan Budi waktu didapati di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/9/2018). Johan memberikan jangan sampai suatu hal tetap dihubungkan dengan Istana Kepresidenan. Sampai

Dinilai Politik Praktis, Ma’ruf Amin Didemo Mahasiswa Untirta

Dinilai Politik Praktis, Ma’ruf Amin Didemo Mahasiswa Untirta Serang – Kehadiran calon wakil presiden Ma’ruf Amin ke Kampus Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sudah sempat didemo beberapa puluh mahasiswa. Mereka menampik kehadiran Ma’ruf serta minta pihak kampus netral dari pekerjaan politik. “Kami menampik kehadiran beliau kesini (Untirta) menjadi calon wakil presiden,” kata salah satunya mahasiswa di muka Masjid Syekh Nawawi Al Bantani Untirta, Serang, Banten, Senin (17/9/2018). Mahasiswa yang lakukan tindakan menyampaikan kehadiran Ma’ruf Amin ke Untirta dinilai lakukan kampanye terselubung. Mereka menampik universitas jadikan tempat untuk politik praktis. “Minta pada rektorat untuk memulangkan beliau. Tindakan ini selalu berlanjut sampai beliau pulang,” tutur mahasiswa. Mereka juga menilainya pihak universitas tidak netral. Mereka membentangkan penolakan politik praktis didalam universitas. Pihak universitas juga dinilai terlatih memakai universitas untuk pekerjaan politik. beberapa puluh mahasiswa yang lakukan tindakan terbagi dalam beberapa puluh orang. Mereka membentangkan

Yang Terpenting Pembinaan Berjalan Baik

Yang Terpenting Pembinaan Berjalan Baik Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan akan mengulas masalah pemberian bonus ke atlet-atlet yang mencapai medali di Asian Games. Menurut Anies, yang penting ialah pembinaan atlet tersebut. “(Bonus atlet) Senin kelak kita bicarakan, kelak kita mengatur langkah. Yang terpenting pembinaan atlet ke depan berjalan dengan baik,” kata Anies pada wartawan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Anies tidak menyikapi waktu di tanya masalah wawasan pemberian rumah buat atlet. “Wartawan tuch miliki rumah, terpenting wartawan miliki rumah,” ucap Anies. Pemprov DKI merencanakan memberikan hadiah buat peraih medali emas yang akan memperoleh Rp 750 juta dari mulanya Rp 300 juta, peraih medali perak mendapatkan Rp 500 juta dari mulanya Rp 150

Putuskan Eks Koruptor Nyaleg, MA Hormati HAM

Putuskan Eks Koruptor Nyaleg, MA Hormati HAM Jakarta – Mahkamah Agung (MA) membolehkan eks terpidana masalah korupsi maju jadi calon legislatif. Orang politik Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi menilainya ketetapan MA telah pas. “Ketetapan MA seutuhnya ialah sisi dari penghormatan pada Hak Asasi Manusia (HAM). Semangatnya ialah menghargai Undang-Undang,” kata Taufiqulhadi Anggota Komisi III DPR ini menuturkan, Undang-Undang sudah jamin jika seseorang terpidana tidak dilarang maju jadi calon legislatif. Seseorang terpidana yang sudah melakukan waktu hukumannya bermakna sudah kembali seperti orang yang tidak melakukan perbuatan kejahatan. “Sebab, seorang yang sudah dipidana karena itu dia sudah menebus semua dosanya. Sesudah keluar dari tahanan dia sudah jadi putih bersih kembali,” kata Taufiqulhadi. Walau eks narapidana korupsi bisa jadi calon legislatif, akan tetapi bukan bermakna partai-partai politik dianjurkan untuk ajukan eks narapidana korupsi menjadi calon legislatif. Demikian sebaliknya, parpol-parpol mesti memprioritaskan perbaikan kualitas calon legislatif. “Lebih baik partai-partai

Kemal E Gani Siap Lakukan Amanah Menjadi Ketua Komunitas Pemred

Kemal E Gani Siap Lakukan Amanah Menjadi Ketua Komunitas Pemred Jakarta – Komunitas Pemimpin Redaksi (Pemred) barusan mengadakan penentuan ketua yang baru. Pemimpin Redaksi Group SWA yang dipilih jadi Ketua Komunitas Pemred mengatakan siap menjalankan amanah itu. “InsyaAllah kami serta rekan-rekan. bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kita berbarengan di Komunitas Pemred bisa berperan lebih baik serta efisien lagi buat penduduk, negara dan bangsa,” kata kemal lewat pesan singkat pada wartawan, Kamis (13/9/2018). Pria bernama komplet Kemal Effendi Gani ini dipilih menjadi Ketua Komunitas Pemimpin Redaksi lewat penentuan yang diselenggarakan di Wisma Pada, Jakarta, Kamis (13/9/2018) malam. Kemal melanjutkan perjalanan Direktur Metro TV Suryopratomo sebagai Ketua Komunitas Pemred periode 2015-2018. Kemal yang tengah ada di London waktu penentuan berjalan ini dipilih lewat voting. Ia mendapatkan sebagian besar nada yang turut dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komunitas Pemred. Proses penentuan lewat voting menjadi kebiasaan baru, karena awal mulanya Ketua Komunitas Pemred diambil dengan musyawarah. Proses Pemilihan Rapat Anggota Tahunan yang di hadiri 38 anggota Komunitas Pemred diselenggarakan dengan dua agenda utama. Pertama

PKS Seirama dengan Fadli Zon: Iklan ‘Bendungan Jokowi’ Dicopot Saja

PKS Seirama dengan Fadli Zon: Iklan ‘Bendungan Jokowi’ Dicopot Saja s Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon minta iklan di bioskop yang tampilkan pembangunan bendungan di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicopot. PKS sepakat dengan Fadli. “Saya sepakat jika iklan seperti itu iklan dicopot saja,” tutur Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018). Bukan tiada argumen Hidayat sepakat iklan yang disebut vs singkat dari video ‘2 Musim, 65 Bendungan’ itu dicopot. Menurut Hidayat, isi iklan itu memunculkan multitafsir dari beberapa penontonnya. “Yah humas pemerintah (Kementerian

Agar Bawaslu serta KPU yang Tentukan

Agar Bawaslu serta KPU yang Tentukan Jakarta – Siaran iklan pembangunan bendungan masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bioskop-bioskop memetik pro serta kontra. Partai Demokrat minta masalah iklan yang menyiarkan capaian kapasitas pemerintah itu diserahkan ke Bawaslu serta KPU. “Kita kembalikan ke KPU serta Bawaslu,” tutur Wasekjen PD Putu Supadma Rudana, Rabu (12/9/2018). Menurut Putu, yang memiliki hak memastikan apa iklan yang disebut vs singkat dari video ‘2 Musim, 65 Bendungan’ itu menjadi bentuk kampanye ataulah bukan. “Kita kan tidak berwenang memastikan apa itu tidak mematuhi ataukah tidak. Agar Bawaslu serta KPU yang memastikan,” tuturnya. Putu juga mengharap Bawaslu serta KPU selekasnya ambil sikap berkaitan masalah ini. Hingga jelas apa iklan itu tidak mematuhi ketentuan ataukah tidak. “Pasti kita menggerakkan pemilu yang bersih serta baik serta proses kampanye yang beretika yang mengerti ketentuan UU. Tetapi mereka yang berwenang menyapa. Kami Demokrat ingin mendapatkan pencerahan juga dari Bawaslu serta KPU,” tuturnya. Di sosial media, iklan Pembangunan Bendungan yang dibarengi dengan

Partai Konsolidasi Prabowo-Sandi Mesti Share Elektoral

Partai Konsolidasi Prabowo-Sandi Mesti Share Elektoral Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief ingin mengaplikasikan seni tinggi di Pemilu 2019 supaya konsolidasi mendapatkan keuntungan elektoral serta Partai Gerindra tidak besar sendirian. PKS menyongsong positif saran Andi. “Diperlukan kebesaran jiwa agar bisa share efek elektoral buat semua partai peserta konsolidasi Prabowo-Sandi,” tutur Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin, Selasa (11/9/2018). Suhud melihat rapat spesial tentang taktik pemerataan efek elektoral Pemilihan presiden 2019 buat partai konsolidasi mesti selekasnya diselenggarakan. “Mesti ada pertemuan spesial berkaitan permasalahan ini supaya partai tidak ambil sikap sendiri-sendiri,” kata Suhud. . Baca Juga : Fahri Memimpin Rapat Perlakuan Gempa Lombok Bareng Menteri Jokowi Awal mulanya, Andi Arief menyebutkan Pemilu 2019 perlu seni tinggi. Ini, kata Andi, supaya Partai Gerindra tidak sendirian mendapatkan keuntungan elektoral. “PAN, PKS serta Demokrat di

Fahri Memimpin Rapat Perlakuan Gempa Lombok Bareng Menteri Jokowi

Fahri Memimpin Rapat Perlakuan Gempa Lombok Bareng Menteri Jokowi Jakarta – DPR pagi hari ini mengadakan rapat pengaturan perlakuan gempa Lombok bersama dengan beberapa menteri. Rapat di pimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Rapat diselenggarakan di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2018). Rapat diawali seputar jam 10.30 WIB. “Rapat pengaturan ini ialah dalam rencana bertukar pikiran serta diadakan dengan terbuka untuk didapati oleh penduduk mengenai masalah terpenting untuk dilaporkan serta dikatakan pada penduduk,” kata Fahri buka rapat. Dalam rapat, menteri-menteri yang ada adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Mendikbud Muhadjir Effendy, serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Lalu ada juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Menteri Pariwisata

3 Figur Ini Menjadi Calon Ketua Team Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Jabar

3 Figur Ini Menjadi Calon Ketua Team Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Jabar Bandung – Sesudah penunjukan Erick Tohir menjadi Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, sekarang giliran di daerah yang siap-siap untuk menunjuk ketua semasing. Ketua DPW Nasdem Jawa barat Saan Mustopa menyampaikan partai konsolidasi pemenangan Jokowi-Ma’ruf telah 2x mengadakan rapat untuk mengulas tentang susunan pemenangan di Jawa barat. “Pertama itu di PDIP serta ke-2 di Golkar. Rapat itu baru batas isi susunan team kampanye di Jawa barat dari mulai sekretaris, bendahara, ketua serta semua,” kata Saan, Minggu (9/9/2018). Spesial untuk tempat ketua, kata Saan, team di Jawa barat akan mengirim tiga nama ke TKN serta Jokowi-Ma’ruf. Sesudah di setujui karena itu ketua akan sah dipegang oleh satu orang. “Kita kirim tiga nama untuk ke