Bagiku Capresku, Bagimu Capresmu 

Bagiku Capresku, Bagimu Capresmu Trenggalek – Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin minta penduduk masih mengawasi keutuhan bangsa saat Pemilu 2019, walau berlainan pilihan capres-cawapres serta parpol. Ketidaksamaan pilihan itu tidak bisa membuat penduduk tercerai-berai. “Kita mesti mengawasi negara masih utuh, masih menyatu, jangan pernah tercerai-berai, tidak bermusuhan, sama-sama menyukai serta sama-sama menyayangi. Oleh karenanya, ketidaksamaan pada kita telah di ajarkan oleh Allah,” tutur Ma’ruf Amin dalam sambutan acara istigasah kubro di Stadion Minak Sompal, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (22/1/2019). Acara ini didatangi beberapa ribu masyarakat serta santri dan ulama. Sesepuh Nahdlatul Ulama di Jawa Timur yang ada salah satunya KH Anwar Iskandar (Pondok pesantren Lirboyo, Kediri), KH Nurul Huda Djazuli, KH Zainudin Djazuli (Pondok pesantren Ploso, Kediri), dan pimpinan NU yang lain. Dalam mustasyar PBNU

KPU Tidak Bisa Di isi Simpatisan 

KPU Tidak Bisa Di isi Simpatisan Jakarta – Anggota KPU Tangerang Selatan Ajat Sudradjat memperoleh sangsi pelanggaran berat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebab dapat dibuktikan menjadi pengurus Partai Gerindra tingkat ranting. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menjelaskan anggota KPU semestinya tidak dari kader parpol. “Ya kita kan bicara institusi ya. By design, DKPP, KPU, Bawaslu, tidak bisa di isi oleh mereka yang simpatisan,” tutur Hasto pada wartawan waktu peluncuran official store atribut PDIP di Jalan Hos Cokroaminoto nomer 113, Menteng Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019). DKPP awal mulanya menjatuhkan sangsi berat pada Ajat Sudrajat, akan tetapi tidak memberhentikan jabatannya menjadi anggota KPU. Sangsi itu satu

Prabowo Gunakan Isi Kepala, Jokowi Gunakan Teks 

Prabowo Gunakan Isi Kepala, Jokowi Gunakan Teks Jakarta – Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengemukakan perbandingan pada pasangan jagoannya dengan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Prabowo dimaksud debat memakai isi kepala, sesaat Jokowi dengan sontekan teks. “Waktu Debat tempo hari memang tampak ketidaksamaan Pak Jokowi serta Pak Prabowo. Dalam mengemukakan misi serta visi saja Pak Jokowi mesti dengan membaca catatan dari kertas kecil berlembar lembar, jika tidak salah warnanya kuning,” papar jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade pada wartawan, Sabtu (19/1/2019). Dia memperbandingkan dengan Prabowo yang mengemukakan visi misinya tiada membaca. Andre pun mengkritik Ma’ruf yang sering membuka-buka kertas ‘sontekan’ waktu debat. “Bahkan juga rekan-rekan banyak lihat dengan jelas Kiai Ma’ruf Amin menggenggam kertas-kertas putih kecil. Dimana beliau repot dengan kertas

Gerindra Terangkan Tujuan Pengakuan ‘Korupsi Tidak Seberapa’ Prabowo 

Gerindra Terangkan Tujuan Pengakuan ‘Korupsi Tidak Seberapa’ Prabowo Jakarta – Pengakuan Prabowo Subianto masalah ‘korupsi tidak seberapa’ calon legislatif Gerindra banyak dikritik. Partai Gerindra menuturkan tujuan pengakuan sang ketum itu. “Tujuan Pak Prabowo itu yang tidak berapa itu orang. Orang yang dicalonkan di Gerindra, itu kan tidak berapa,” papar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada wartawan, Jumat (18/1/2019). Pengakuan Prabowo itu dilemparkan waktu menjawab calon presiden petahana Joko Widodo dalam debat perdana Pemilihan presiden 2019. Jokowi mempermasalahkan tentang prinsip Prabowo masalah pemberantasan korupsi pada saat Prabowo menyepakati terdapatnya beberapa eks narapidana koruptor jadi calon legislatif dari Gerindra. Dasco juga membuka fakta Prabowo atau Gerindra mengijinkan eks narapidana koruptor jadi calon legislatif. Waktu napi-napi itu ajukan tuntutan atas KPU, Bawaslu mengizinkannya. “Pertama itu di Bawaslu dalam peraturannya itu memperbolehkan. Kan diserahkan sengketa. Lalu putusan MA pun memperbolehkan bekas narapidana mencalonkan diri,” kata

Anies Menang Lawan Ahok sebab Debat 

Anies Menang Lawan Ahok sebab Debat Jakarta – Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan pasangan capres-cawapres nomer urut 02, Prabowo-Sandi, siap lahir serta batin untuk ikuti debat malam kelak. Mereka melihat debat begitu berarti seperti Pilgub DKI 2017. “Jika menurut saya sich debat berarti ya, serta itu dapat dibuktikan di Pemilihan kepala daerah DKI. Mas Anies serta Bang Sandi itu dapat menang lawan Ahok sebab debat. Sebelum debat kan ia tertinggal kan,” kata jubir BPN, Andre Rosiade pada wartawan, Kamis (17/1/2019). Prabowo-Sandi didapati sudah melakukan persiapan debat pagi barusan di tempat tinggal Prabowo di Hambalang. Meskipun begitu, Andre menyebutkan persiapan itu tidak kebanyakan. Andre mengemukakan Prabowo serta Sandi tinggal lakukan persiapan akhir serta beristirahat di dalam rumah Kertanegara. Setelah magrib, Prabowo akan pergi bersama dengan Sandi serta team BPN ke arah tempat debat di Hotel Bidakara. Komandan Kogasma Partai Demokrat

Prabowo Sindir Intelijen, Orang politik PDIP Ungkit Penculikan Aktivis 

Prabowo Sindir Intelijen, Orang politik PDIP Ungkit Penculikan Aktivis Jakarta – Dalam pidatonya, Prabowo Subianto minta intelijen tidak lakukan pengintaian pada bekas presiden sampai ulama. Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengkritik Prabowo berkaitan masalah penculikan aktivis pada 1998. “Riwayat mencatat, di masa mertuanya, Prabowo tidak cuma sudah menginteli, tapi pun dapat dibuktikan bertanggungjawab pada penculikan beberapa aktivis yang beberapa masih tetap hilang sampai saat ini,” tutur Charles pada wartawan, Selasa (15/1/2019). Orang politik PDIP itu menyebutkan intelijen sekarang ini berbeda seperti masa Orde Baru (Orba) dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Charles pun memperingatkan, waktu masa Soeharto, Prabowo ikut serta ada di dalamnya. “Prabowo semestinya memahami jika intelijen negara sekarang ini tidak seperti masa Soeharto, dimana ia menjadi salah satunya pejabat ABRI sekaligus juga menantu presiden, jadi sisi di dalamnya,” katanya. Menurut Charles, pidato ‘Indonesia Menang’ Prabowo memiliki kandungan banyak ilusi, termasuk juga masalah permintaannya supaya bekas presiden, bekas Panglima TNI, bekas Ketua

Tablig Besar PA 212 Solo Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Panitia 

Tablig Besar PA 212 Solo Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Panitia Solo – Acara tablig besar Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya dilaporkan ke Bawaslu oleh Team Kampanye Daerah (TKD) Jokowi Ma’ruf. Panitia memandang laporan itu salah tujuan. Team advokasi panitia, M Taufiq, menanyakan pengertian kampanye yang disebut. Dalam kerangka tablig besar, ia pastikan bukan masuk kelompok kampanye. “Kampanye menurut gambaran UU nomer 7 tahun 2017 itu mesti jelas penyelenggaranya, memang parpol, serta tentu menggunakan surat sinyal terima penerimaan laporan. Tempo hari kan jelas penanggung jawabnya PA 212 Solo Raya. Jadi tentu bukan team kampanye,” tuturnya waktu dihubungi detikcom, Senin (14/1/2019). Tentang teriakan ‘ganti presiden’ serta kaus bertuliskan ‘ganti presiden’, Taufiq pun memandang bukan adalah kelompok kampanye. Bahkan juga, katanya, polisi pernah menyatakan itu. “Jika meneriakkan ubah presiden sepertinya bukan kampanye deh. Jika pilih

Jokowi Geram Driver Ojol Direndahkan 

Jokowi Geram Driver Ojol Direndahkan Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui geram bila ada pihak yang merendahkan profesi pengemudi ojek online (ojol). Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menuturkan masalah figur yang disebut sang calon presiden. “Siapapun yang merendahkan ojol. Jika kalau Pak Prabowo (Prabowo Subianto) sempat ngomong itu, bermakna Pak Prabowo termasuk juga yang disebut,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, waktu diminta konfirmasi, Sabtu (12/1/2019). Karding memandang Jokowi tidak suka pada orang yang berbuat tidak etis pekerjaan penduduk. Diantaranya profesi pengemudi ojol yang dipandang Karding menjadi pekerjaan mulia. Baca Juga : PDIP Kirim Bunga untuk Posko Prabowo “Ojol ini hari ialah pekerjaan yang begitu mulia. Sebab di samping dapat memberi pendapatan yang cukuplah, dapat juga jadi pekerjaan penduduk kita yang sampai kini susah memperoleh pekerjaan,” katanya. “Hingga pasti ini tidak bisa disebutkan pekerjaan

PDIP Kirim Bunga untuk Posko Prabowo 

PDIP Kirim Bunga untuk Posko Prabowo Solo – PDIP mengirim karangan bunga perkataan selamat untuk Posko Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Solo. Ketua BPN Djoko Santoso miliki penilaian sendiri berkaitan karangan bunga itu. “Tidak apa-apa, itu tunjukkan peradaban yang ia pertontonkan, agar kita mati, iya kan?” tutur Djoko waktu didapati selesai peresmian Posko BPN, Solo, Jumat (11/1/2019). Djoko menjelaskan publik akan dapat memandang sikap PDIP itu. “Kita lihat saja, rakyat telah pinter kok, sudah ada sosmed, HP,” paparnya. Karangan bunga itu di kirim pagi barusan serta ditempatkan di samping selatan Posko BPN. Karangan bunga dari PDIP jadi hanya satu karangan bunga yang berada di acara itu. Tercatat di papannya “Selamat Atas Peresmian Kantor Pusat BPN Prabowo Sandi”. Tercatat, pengirim

Nada Pria di Hoaks ‘Surat Nada Tercoblos’ 99% Sama Bagus Bawana 

Nada Pria di Hoaks ‘Surat Nada Tercoblos’ 99% Sama Bagus Bawana Bagus Bawana Putra (Instagram) Jakarta – Polisi sudah mencocokkan rekaman nada (voice catatan) yang tersebar luas di penduduk mengenai hoaks 7 container berisi surat nada tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok dengan nada Bagus Bawana Putra, terduga penebar hoaks itu. Akhirnya, 99% rekaman nada itu sama dengan nada Bagus. “Analisis mekanisasi memakai algoritma Gaussian Mixture Mode untuk temukan sidik nada atau voice print yang lalu dikomparasi pada sampel nada tanda bukti dengan pembanding dengan algoritma Likelihood Ratio,” tutur penyidik Puslabfor Polri Kombes M Nuh di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019). Dedi menuturkan, pada analisa mekanisasi, berdasar pada lama bicara atau speech lenght, dijumpai score ketajaman analisa atau speaker voice