Lacazette Bidik Comeback Musuh Sheffield United 

Lacazette Bidik Comeback Musuh Sheffield United London – Alexandre Lacazette makin dekat sama comeback. Penyerang Arsenal itu tengah berusaha supaya bisa kembali main selesai interval internasional. Lacazette telah mangkir lebih dari sebulan sebab luka pergelangan kaki. Pemain sepak bola asal Prancis itu akhir kali main waktu Arsenal hadapi Tottenham Hotspur pada 1 September. Proses pemulihan Lacazette berjalan baik. Diadukan Sky Sports, Lacazette diinginkan dapat turun waktu Arsenal tandang ke tempat Sheffield United selesai interval internasional dalam kelanjutan Liga Inggris, Selasa (22/10/2019) pagi hari WIB. Lacazette telah cetak dua gol dalam tiga laga yang dia mainkan pada musim ini. Sepanjang Lacazette mangkir, Arsenal menang 2x serta seimbang 3x di Liga Inggris. Kembalinya Lacazette akan jadi berita baik untuk Arsenal. Unai Emery dapat tandang ke

Takut Ditiru Anaknya, Messi Tidak Suka Disebutkan Dewa 

Takut Ditiru Anaknya, Messi Tidak Suka Disebutkan Dewa Barcelona – Lionel Messi akui tidak suka dipandang seperti seseorang ‘dewa’ oleh beberapa fansnya. Dia takut aksi itu akan ditiru oleh ke-3 anaknya. Messi dipandang seperti salah satunya pemain sepak bola paling baik di dunia sekarang. Beberapa puluh gelar individu atau team sudah dicapai pemain kelahiran Rosario, Argentina ini. Salah satunya yang paling prestise ialah keberhasilannya memenangkan lima gelar Ballon d’Or yang disebut lambang dari pemain paling baik di dunia. Dengan semua capaiannya itu, Messi dikagumi oleh beberapa pencinta sepakbola dunia. Beberapa fans La Pulga serta mengagung-agungkan namanya dengan memberikan julukan D10S. D10S mengacu pada kata dios yang dalam bahasa Spanyol bermakna dewa. Sesaat angka sepuluh yang dijepit huruf D serta S datang dari nomer pungung yang dipakai Messi waktu bela Barcelona atau tim nasional Argentina. Tetapi Messi nampaknya kurang sudi dengan

Strategi Menyerang Mancini Jadi Kunci Kebangkitan Gli Azzurri 

Strategi Menyerang Mancini Jadi Kunci Kebangkitan Gli Azzurri Roma – Roberto Mancini dapat menghidupkan Italia yang sempat tersuruk. Strategi menyerang yang dikembangkannya dipandang jadi kunci pergerakan Gli Azzurri. Selesai ada di periode jelek sebab tidak berhasil maju ke Piala Dunia 2018, Italia sekarang bangun dibawah tangan dingin Mancini. Pria 54 tahun ini dapat mengantar Italia mendapatkan enam kemenangan dengan berturut-turut. Catatan bagus itu mengantar La Nazionale memuncaki klassemen Group J kwalifikasi Piala Eropa 2020. Italia mendapatkan point prima 18 dari enam pertandingan. Strategi menyerang yang ditingkatkan Mancini membuat Italia mainkan sepakbola yang enak dilihat. Bek Francesco Acerbi memberikan tambahan, beberapa pemain sangat nikmati style main yang diusung oleh pria kelahiran Lesi itu. “Saya senang pendekatan sepakbola yang ditingkatkan oleh Mancini. Ia ingin mendesak musuh, jaga bola serta tampil menekan,” papar Acerbi diambil dari Football Italia. “Ia bawa ide serta rasa yakin diri yang membuat beberapa pemain dapat keluarkan tampilan terbaik. Kami bermain menyerang, nikmati sepak bola kami serta terus meluncur. Ini benar-benar menyenangkan.” “Tetap tidak pernah gampang untuk memperoleh kemenangan. Di atas

Sempat Gocek Van Dijk, Hwang Hee-chan Dilirik Arsenal 

Sempat Gocek Van Dijk, Hwang Hee-chan Dilirik Arsenal London – Arsenal diadukan membidik Hwang Hee-chan. Pemain Korea Selatan yang sempat mengecoh Virgil van Dijk itu masuk radar The Gunners. Hwang jadi pembicaraan selesai laga Liga Champions di antara Liverpool versus Red Bull Salzburg minggu kemarin. Walau Salzburg kalah 3-4 di Anfield, pemain 23 tahun itu memberikan satu gol ke jala The Reds. Penyerang yang pernah dikalahkan Evan Dimas dkk dalam arena Kwalifikasi Piala Asia U-19 2014 ini serta dapat memperdayai bek Liverpool yang Pemain Paling baik Eropa 2019, Van Dijk. Hwang mengelabui pemain

5 Pemicu Manchester United Tersuruk 

5 Pemicu Manchester United Tersuruk Jakarta – Prestasi Manchester United alami penurunan sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013 kemarin.Sebenarnya, apa yang membuat The Red Devils sekarang tidak berjaya? Fergie pensiun dengan tinggalkan kejayaan. Tragisnya, kemudian status MU jadi team kuat juga perlahan-lahan pupus. Jadi juara di Liga Inggris tidak segera trercapai. Mendapatkan gelar berprestise yang lain sering terlihat seperti fatamorgana daripada jadi kenyataan. Walau sebenarnya, sepanjang enam tahun paling akhir, MU tidak kesusahan datangkan beberapa pemain bernilai mahal. Target-target tinggi juga terus ditargetkan. Tetapi hasilnya tetap jauh dari keinginan. Orang juga bertanya-tanya, kenapa MU sekarang seringkali merana dibanding bahagia? Beberapa analisa juga coba diangkat, serta pada akhirnya ada faktor-faktor yang diindikasikan jadi fakta lunturnya kedigdayaan The Red Devils yang telah dibuat Fergie sepanjang seperempat era. Lowongnya tempat ini membuat MU seperti kehilangan arah. Pembelian pemain yang dikerjakan sering tidak sesuai kemauan manager. Serta terkadang MU kesusahan memperoleh pemain. Sekarang. MU menyerahkan operasional club pada Ed Woodward, terhitung masalah kebijaksanaan transfer. Sering ketetapannya tidak searah dengan beberapa manager. Jose Mourinho juga merasakan. Mengakibatkan, pembangunan kemampuan club tidak berjalan maksimal. 2. Biasanya Gonta-Ganti

Roman Abramovich Tetap Yakin Akademi Chelsea 

Roman Abramovich Tetap Yakin Akademi Chelsea Jakarta – Chelsea tampil cukup sip dengan scuad muda. Roman Abramovich disebutkan sedang memetik hasil atas keyakinan pada akademi The Blues. Chelsea memperoleh larangan dalam dua bursa transfer. Oleh karenanya, Frank Lampard mengoptimalkan beberapa pemain muda The Blues. Tammy Abraham serta Mason Mount yang paling mencolok. Abraham telah memberikan delapan gol dalam delapan laga di Liga Inggris. Selain itu, Mount mencatatkan empat gol serta satu assist. Tidak hanya ke-2 pemain itu, masih ada Fikayo Tomori. Bekas pelatih di Chelsea, Michael Emenalo, ucapkan rasa terima kasihnya pada Roman Abramovich atas keyakinan untuk akademi team London barat. Ia mengutarakan pernah ada manager Chelsea yang berusaha mematikan

Sampdoria serta Di Francesco Pisahlah Jalan 

Sampdoria serta Di Francesco Pisahlah Jalan Genoa – Eusebio Di Francesco tidak tahan lama jadi pelatih Sampdoria. Di Francesco serta Sampdoria pisahlah jalan selesai start jelek di Liga Italia. Di Francesco baru diangkat jadi pelatih Sampdoria pada musim panas kemarin. Tetapi start Sampdoria di Liga Italia 2019/2020 jauh dari kata memberi kepuasan. Dari tujuh laga yang telah dimainkan, Sampdoria hanya menang 1x serta enam kali kalah. Baru kumpulkan tiga point, Il Samp tenggelam di basic klassemen Liga Italia. Kondisi itu membuat Sampdoria serta Di Francesco akhiri kerja sama. Melalui pengakuan di situs resminya, Sampdoria memverifikasi jika mereka serta Di Franceso sudah setuju untuk memutuskan kontrak. Dengan persetujuan ini, Di Francesco diadukan bisa kompensasi sebesar 1,8 juta euro atau sama dengan setahun dalam kontraknya.

City Tidak Bisa Sering-Sering Kehilangan Point 

City Tidak Bisa Sering-Sering Kehilangan Point Manchester – Kekalahan dari Wolverhampton Wanderers membuat Manchester City semakin ketinggalan dari Liverpool. Supaya jarak tidak semakin melebar, City harus mencetak kemenangan sebanyak-banyaknya. Hasil negatif menantang Wolves adalah kekalahan ke-2 City di Liga Inggris 2019/2020. Awalnya, mereka ditekuk oleh team promo, Norwich City. Selain itu, Liverpool masih meluncur dengan prima sampai minggu ke-8. Mohamed Salah dkk tetap menang dalam delapan pertandingan yang telah dimainkan di Liga Inggris. City yang telah 2x kalah serta seimbang 1x sekarang kumpulkan 16 point dari delapan pertandingan. Mereka ketinggalan delapan point dari Liverpool yang nyaman di pucuk klassemen Liga Inggris. Gelandang City Ilkay Guendogan menyebutkan City harus selekasnya berbenah. Selain itu, City dikatakannya harus mencetak kemenangan sebanyak-banyaknya bila tidak ingin semakin ketinggalan. “Tidak gampang terima beberapa hal semacam ini serta lihat lawan paling berat tetap menang dengan beberapa hal yang tidak dapat kita kontrol,” sebut Guendogan seperti dikutip ESPN FC. “Tahun

Diganjar Penalti di Injury Time Musuh Liverpool 

Diganjar Penalti di Injury Time Musuh Liverpool Liverpool – Leicester City kalah dari Liverpool karena penalti di injury time. Manager Brendan Rodgers merasakan kekalahan itu benar-benar menyakitkan. Leicester menerima kekalahan 1-2 dari Liverpool dalam kelanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (5/10/2019) malam WIB. The Reds unggul lebih dulu melalui gol Sadio Mane serta James Maddison menyamai score jadi 1-1 pada menit ke-80. Laga sebelumnya terlihat akan selesai seimbang. Tetapi, satu kejadian berlangsung di injury time waktu Mane dijatuhkan di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih serta ketetapan itu diperkokoh oleh VAR. James Milner, yang maju jadi pelaksana eksekusi sukses mengalahkan Kasper Schmeichel. “Saya fikir kami patut memperoleh lebih dari

Gol Bunuh Diri Batalkan Kemenangan Dortmund 

Gol Bunuh Diri Batalkan Kemenangan Dortmund Freiburg – SC Freiburg meneruskan surprise mereka dengan meredam Borussia Dortmund 2-2 di minggu ke-7 Liga Jerman. Mereka sekarang menyamakan point Bayern Munich di pucuk klassemen. Bertanding Schwarzwald-Stadion, Sabtu (5/10/2019), Dortmund tampil menyerang diawalnya pertandingan. Hasilnya mereka dapat unggul pada menit ke-20 lewat Axel Witsel. Menyongsong sepak sudut Thorgan Hazard, Witsel tanpa ada mengatur bola langsung melepas tendangan voli kencang. Bola melaju deras menghujam jala Frieburg. Gol Witsel jadi hanya satu gol yang berlangsung di set pertama. Score 1-0 untuk team tamu tutup pertandingan sampai interval. Pada set ke-2, Freiburg bangun. Mereka menyamai posisi pada menit ke-55 lewat Luca Waldschmidt Terima sodoran bola Jonathan Schmid, Waldschmidt yang berdiri di muka kotak penalti Dortmund dapat mengelak dari pengamanan Manuel Akanji. Dia selanjutnya membuat shooting ke pojok kiri gawang yang tidak dapat dihadang Roman Burki. Tindakan Achraf