Sempat Dicekik, Sekarang Puji-puji Ibrahimovic 

Sempat Dicekik, Sekarang Puji-puji Ibrahimovic

Milan – Simon Kjaer pernah bentrok sampai dicekik Zlatan Ibrahimovic dalam satu pertandingan. Sekarang, perekrutan anyar AC Milan itu memuji-muji Ibracadabra.

Kjaer jadi perekrutan anyar Milan di bursa transfer Januari. Dia dipinjam dari Sevilla sampai akhir musim dengan pilihan diperpanjang, selesai tidak berhasil cemerlang di Atalanta di paruh pertama persaingan.

Bek berumur 30 tahun itu jadi rekanan segrup Ibrahimovic, yang baru diambil Milan. Menariknya, keduanya memiliki kisah bentrokan di atas lapangan.

Kericuhan keduanya berlangsung tiga tahun kemarin, saat Ibrahimovic masih mengenakan seragam Manchester United serta Kjaer bela Fenerbahce. Insidennya berlangsung di laga Liga Europa.

Dalam matchday Group A Liga Europa 2016/2017, Ibrahimovic serta Kjaer sempat ribut di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, 4 November 2016. Selesai bertarung bola, keduanya berseteru.

Ibrahimovic, yang emosi dalam keadaan MU ketinggalan 0-1, sempat mencekik Kjaer. Rekan-rekan ke-2 pemain langsung memisahkannya. Ibrahimovic terlepas dari kartu kuning dalam pertandingan yang dimenangkan Fenerbahce 2-1.

Selesai pertandingan, Kjaer sempat mencibir Ibrahimovic. Bek asal Denmark itu menyebutkan Ibrahimovic figur yang arogan serta sombong.

“Saya sebetulnya tidak dengar apa yang ia sebutkan, tapi saya ketahui ia tidak suka. Tetapi itu langkah saya mengenalnya dari lapangan. Ia type pemain yang membusungkan dadanya, sombong. Itu triknya bermain. Langkah saya bermain untuk mengawasinya sekuat kemungkinan serta memberikannya sedikit ruangan, sebab ia pemain yang bagus,” kata Kjaer pada Swedish Kanal 9.

Sekarang, Kjaer serta Ibrahimovic telah bereuni serta jadi rekanan satu team Milan. Kjaer juga kembali memuji-muji Ibrahimovic saat interviu pertamanya berbaju Rossoneri.

“Zlatan tetaplah Zlatan. Ia tidak butuh komentar saya atau orang lain untuk menerangkan begitu bagusnya ia. Semua paham kekuatannya,” kata Kjaer, seperti dikutip Football-Italia.

“Di umur 30 atau 38 tahun, ia masih figur yang sama dengan yang seringkali saya mengmelawan. Dengan fisik kemungkinan tidak seperti 10 tahun kemarin, tetapi ia masih beresiko.”

“Saya melihat laga menantang Cagliari serta ia benar-benar memastikan, dan itu kenapa saya percaya kenapa Milan membawanya kembali,” tutur Kjaer.