City Selamat dari Sangsi Transfer FIFA, Hanya Didenda 

City Selamat dari Sangsi Transfer FIFA, Hanya Didenda

Zurich – Manchester City dapat bernapas lega sebab mereka selamat dari hukuman larangan transfer FIFA. Tetapi, City harus tetap membayar denda 315 ribu euro (Rp 5 miliar)

Awalnya, City diberitakan akan mendapatkan hukuman berbentuk larangan beli pemain dalam dua bursa transfer ke depan. Sangsi ini sama dengan yang diterima oleh Chelsea yang awalnya ditetapkan bersalah karena masalah transfer pemain dibawah selesai 18 tahun.

FIFA awalannya tidak memperinci masalah apa yang membuat City awalannya terancam hukuman itu. Tetapi dipercaya, City telah melanggar ketentuan berkaitan jalinan mereka dengan club Denmark, FC Nordsjaelland, serta akademi sepakbola Right To Dream di Ghana yang kedua-duanya dipunyai oleh Tom Vernon (Presiden Nordsjaelland).

Tahun kemarin, dua pemain dari Right To Dream, George Davies dari Sierra Leone serta Dominic Oduro dari Ghana, menjelaskan jika mereka tanda-tangani kontrak dengan City waktu belum berumur 18 tahun. Mereka sudah bermain untuk City dalam beberapa kejuaraan umur muda.

Kedua-duanya sudah tinggalkan City sekarang, tetapi FIFA terus menginvestigasinya. Sesudah lima bulan proses investigas berjalan, FIFA pada akhirnya putuskan City bersalah.

Tetapi, City masih mujur sebab mereka hanya dikenai denda 370 franc swiss atau seputar Rp 5 miliar sebab sudah menyalahi ketentuan masalah kontrak pemain muda dibawah usia. Hukuman ini juga sempat diterima tiga raksasa LaLiga, Barcelona, Real Madrid, serta Atletico Madrid.

Ketetapan ini diambil Komite Disiplin FIFA sebab sikap kooperatif manajemen City yang mengaku kesalahannya waktu mengambil pemain. Demikian diambil AP.