Disanksi FIFA, Jual Hazard, Tidak Punyai Manager 

Disanksi FIFA, Jual Hazard, Tidak Punyai Manager

Jakarta – Keadaan Chelsea menyongsong musim 2019/2020 cukup ironis. Sesudah disanksi FIFA tidak bisa berbelanja pemain, mereka jual Eden Hazard serta sekarang tidak punyai manager.

Chelsea melalui musim 2018/2019 dengan perform turun naik. Dibawah instruksi Sarri, pergerakan The Blues tidak mulus-mulus sangat. Chelsea cuma dapat finish ke-3 di Liga Inggris, serta sudah sempat hampir tidak berhasil ke Liga Champions. Musim Si Biru pada akhirnya dikit terselamatkan dengan sukses memenangkan Liga Europa.

Ke arah musim 2019/2020, Chelsea malah punyai persiapan yang cukup ironi. Ada tiga kondisi yang cukup memberatkan persiapan Jorginho dkk.

Pertama ialah sangsi FIFA. Chelsea disanksi otoritas paling tinggi sepakbola dengan tidak bisa berbelanja pemain di dua periode bursa transfer pada musim panas 2019 serta musim dingin 2020. Penerimaan pemain belia dengan ilegal beberapa tahun kemarin jadi sebabnya.

Chelsea sudah sempat ajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS), tetapi sanksinya belum juga gugur. Walhasil, Chelsea masih tidak dapat meningkatkan skuatnya sekarang ini, terkecuali memulangkan pemain pinjamannya dan pemain yang telah diambil semenjak Januari lalu seperti Christian Pulisic.

Dengan tidak dapat berbelanja pemain, keadaan Chelsea semakin susah sesudah bintang terutamanya, Eden Hazard, malah keluar ke Real Madrid. Pemain Belgia itu di jual dengan nilai transfer seputar 100 juta euro lebih.

Semenjak musim kemarin, Chelsea berupaya menjaga Hazard. Walau demikian, Chelsea pada akhirnya merelakan bintangnya pergi ke arah Los Blancos, selesai memberi trofi Liga Europa.

Kondisi susah Chelsea belum sampai disana saja. Sesudah disanksi FIFA serta sangat terpaksa jual Hazard, sekarang Chelsea sedang tidak punyai manager. Ya, mereka barusan melepas Sarri.

Manager berumur 60 tahun itu dilepaskan Chelsea walau baru semusim. Sarri pilih keluar serta terima penawaran kembali melatih di Italia bersama dengan Juventus.

Sarri sedianya dikit bawa pergantian permainan pada Chelsea. Dengan style umpan pendeknya, Chelsea sudah sempat dibawa tidak terkalahkan di 12 pertandingan pertama Liga Inggris, sebelum pada akhirnya terseok-seok.

Sarri juga pergi sesudah 18 hari kemarin bawa Chelsea memenangkan Liga Europa. Tidak ayal, club asal London itu sekarang dalam kondisi tidak punyai manager karena belum temukan substitusinya.

Selama ini, Chelsea beritanya membidik Frank Lampard jadi penerus Sarri. Tetapi, kemampuan manager yang bekas pemainnya itu masih disangsikan, mengingat pengalaman melatihnya baru satu tahun bersama dengan Derby County.

So, sesudah disanksi FIFA, jual Hazard, serta melepas Sarri, mampukah Chelsea masih bicara banyak pada musim 2019/2020?