Mundur dari Jabatan Direktur Roma, Francesco Totti Serang Pemilik Club 

Mundur dari Jabatan Direktur Roma, Francesco Totti Serang Pemilik Club Jakarta – Francesco Totti menginformasikan mundur dari jabatannya jadi direktur AS Roma. Dalam pengakuannya, ia mengomentari keras sang pemilik club, James Pallotta. Totti jadi direktur Roma semenjak Juli 2017 yang lalu, tidak lama sesudah pensiun dari lapangan hijau. Roma telah jadi club hanya satu buatnya selama ini serta pengunduran diri ini menandai putusnya ikatan profesional pria 42 tahun itu dengan club seutuhnya. “Saya kirim e-mail untuk mengutarakan suatu yang merasa tidak terbayangkan awalnya. Saya tuliskan surat pengunduran diri. Saya dahulu mengharap ini tak perlu berlangsung, tetapi hari yang ditakdirkan sudah datang, yang untuk saya benar-benar jelek serta menyakitkan,” papar Totti dalam pengakuannya, seperti dikutip Football Italia. “Memperhitungkan keadaannya, telah benar untuk saya membuat ketetapan keras ini, khususnya sebab saya tidak sudah

Hanya Conte yang Dapat Selamatkan AS Roma 

Hanya Conte yang Dapat Selamatkan AS Roma Roma – Francesco Totti sudah mengatakan jika Antonio Conte ialah pelatih yang pas untuk AS Roma. Conte ialah hanya satu pelatih yang dapat selamatkan AS Roma. Totti menginformasikan mundur dari jabatannya jadi direktur AS Roma. Ketetapan itu diambil karena merasakan telah tidak satu jalan dengan pejabat club. Jadi direktur, Totti merasakan seringkali tidak dihiraukan dalam ambil satu ketetapan. Diantaranya ialah waktu Roma pilih Paulo Fonseca jadi alternatif Claudio Ranieri. “Hanya satu pelatih yang saya hubungi ialah Antonio Conte. Mihajlovic, De Zerbi, Gattuso, serta Gasperini belum pernah saya hubungi. Itu semua bohong,” kata Totti diambil dari Football Italia. “Direktur tehnis memberi opini utamanya mengenai pelatih baru, kan? Tapi lihat saat mereka putuskan semuanya, apa yang perlu saya kerjakan? Bila semua berjalan jelek, apa wajar saya hadir kesana serta menjelaskan saya tidak pilih Fonseca?” lanjut Conte. “Guido Fienga serta saya menelepon Conte, sebelum James Pallotta (pemilik Roma) tahu. Saya sebutkan hanya satu yang dapat merubah Roma sekarang ini ialah Conte. Ia sudah memberikan kita kepastian, seperti yang kita lihat serta bicara dengannya berulang-kali, tapi setelah itu ada permasalahan serta ia (Conte) beralih pemikiran,” sesal

Disanksi FIFA, Jual Hazard, Tidak Punyai Manager 

Disanksi FIFA, Jual Hazard, Tidak Punyai Manager Jakarta – Keadaan Chelsea menyongsong musim 2019/2020 cukup ironis. Sesudah disanksi FIFA tidak bisa berbelanja pemain, mereka jual Eden Hazard serta sekarang tidak punyai manager. Chelsea melalui musim 2018/2019 dengan perform turun naik. Dibawah instruksi Sarri, pergerakan The Blues tidak mulus-mulus sangat. Chelsea cuma dapat finish ke-3 di Liga Inggris, serta sudah sempat hampir tidak berhasil ke Liga Champions. Musim Si Biru pada akhirnya dikit terselamatkan dengan sukses memenangkan Liga Europa. Ke arah musim 2019/2020, Chelsea malah punyai persiapan yang cukup ironi. Ada tiga kondisi yang cukup memberatkan persiapan Jorginho dkk. Pertama ialah sangsi FIFA. Chelsea disanksi otoritas paling tinggi sepakbola dengan tidak bisa berbelanja pemain di dua periode bursa transfer pada musim panas 2019 serta musim dingin 2020. Penerimaan pemain

Keluarga Jadi Fakta Penting Sarri Gabung Juventus 

Keluarga Jadi Fakta Penting Sarri Gabung Juventus Turin – Maurizio Sarri cuma setahun melatih di Chelsea. Keluarga jadi satu diantara fakta penting ia pilih pulang ke Italia serta melatih Juventus. Bianconeri menginformasikan kesuksesan memperoleh Maurizio Sarri pada Minggu (16/6/2019) waktu ditempat. Pelatih berkacamata itu tanda-tangani kontrak berdurasi tiga tahun serta bisa menjadi alternatif Massimiliano Allegri. Sarri hanya semusim ada di Stamford Bridge. Walau perjalanannya di club Kota London itu tidak dapat disebutkan mulus, ia sukses mengantarkan The Blues memenangkan Liga Europa serta finish di tempat tiga klassemen akhir Liga Inggris. Ketetapan Sarri tinggalkan Chelsea serta membesut Juventus diantaranya dilandasi kemauan ia untuk lebih dekat sama keluarganya. Demikian diutarakan Direktur Chelsea, Marina Granovskaia. “Pada perbincangan kami sesudah final Liga Europa, Maurizio memperjelas kemauannya untuk kembali pada negaranya. Ia menerangkan begitu besar kemauan ia kerja di Italia,” tutur Marina pada situs sah Chelsea diambil Football Italia. “Ia merasakan jika penting untuk ada dekat sama keluarga serta untuk ke-2 orang tuanya yang telah lansia, dia merasakan harus tinggal dekat sama mereka,” lanjut ia.