Liverpool Mengakhiri Penantian 14 Tahun Juara Liga Champions 

Liverpool Mengakhiri Penantian 14 Tahun Juara Liga Champions Madrid – Liverpool tampil jadi juara Liga Champions 2018/2019 sesudah menumpas Tottenham Hotspur 2-0. The Reds pada akhirnya juara Eropa sesudah menanti 14 tahun. Final di antara Tottenham versus Liverpool diadakan di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Mohamed Salah buka kelebihan Si Merah melalui gol penalti kilat pada menit ke-2. Setelah itu pemain cadangan Divock Origi menghabisi perlawanan Spurs dengan golnya di menit-menit akhir. Hasil ini bak menebus kegagalan Liverpool pada musim lalu waktu ditaklukkan Real Madrid

Permasalahan Chelsea Bukan Sarri, tetapi Klubnya Itu Sendiri 

Permasalahan Chelsea Bukan Sarri, tetapi Klubnya Itu Sendiri Milan – Andrea Pirlo memandang jika Maurizio Sarri tidak dapat disalahkan sebab dipandang kurang serasi di Chelsea. Pirlo rasakan kekeliruan itu berada di club. Hari esok Sarri selalu dispekulasikan dalam beberapa minggu paling akhir. Hal tersebut tidak segera surut walau Sarri sukses bawa The Blues juara Liga Europa. Juventus disebutkan jadi team yang paling tertarik dengan Sarri. Chelsea beritanya telah siap kehilangan manajer 60 tahun itu. Tanda-tanda terdapatnya ketidakharmonisan di Chelsea dipandang jadi kekeliruan Sarri, hingga club tidak berhasil berkompetisi di Premier League. Pirlo menampik hal tersebut sebab Sarri. “Itu tidak gampang untuk Sarri. Ia butuh waktu untuk mengadaptasi beberapa pemain ke skema baru. Buat saya ia ialah Pelatih yang begitu bagus. Beberapa fans tetap harus tenang,” kata Pirlo pada Daily Mail. Baca Juga : Kemauan Tottenham Meniadakan Ejekan ‘Spursy’ “Buat saya, (Antonio) Conte ialah manajer paling baik yang saya punya dalam karir saya. Di Chelsea dia lakukan pekerjaan secara

Kemauan Tottenham Meniadakan Ejekan ‘Spursy’ 

Kemauan Tottenham Meniadakan Ejekan ‘Spursy’ London – Tottenham Hotspur berkemauan memenangkan gelar Liga Champions. The Lilywhites akan berupaya meniadakan ejekan ‘Spursy’. Dalam beberapa musim paling akhir, Tottenham dipandang team yang sering memberi keinginan palsu pada fansnya. Club asal London itu seringkali terpeleset pada saat genting, selesai awalnya tampil cemerlang. Ini membuat mereka tidak segera mengusung trofi. Bahkan juga sebab sering menyedihkan pendukungnya, Tottenham mulai di panggil ‘Spursy.’ Menurut Urban Dictionary, ‘Spursy’ bermakna berkelanjutan atau tetap tidak berhasil penuhi keinginan. Arti ini dipakai fans team musuh untuk mengolok-olok Tottenham. Sekarang, Tottenham berkesempatan meniadakan julukan ‘Spursy’, sesudah maju ke partai pucuk Liga Champions. Di pertandingan final, team bimbingan Mauricio Pochettino itu akan bertemu dengan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) pagi hari WIB. Gelandang serang Christian Eriksen memperjelas, Tottenham akan berupaya keras tidak menyedihkan beberapa pendukungnya . Dia berkemauan merubah pandangan orang pada Tottenham dengan mencapai trofi Si Kuping Besar. “Spurs jadi club, bila Anda lihat dari pemikiran riwayat, berapakah banyak trofi yang dimenangkan Tottenham awalnya, dimana mereka awalnya, ini ialah hal yang baru,” kata Eriksen, mengacu ejekan pada Tottenham, seperti diambil dari Standar.