Fadli Zon Meminta KPU Papar Dalang Surat Nada Tercoblos di Malaysia

Fadli Zon Meminta KPU Papar Dalang Surat Nada Tercoblos di Malaysia

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon minta KPU selekasnya memaparkan seluk beluk masalah surat nada tercoblos di Malaysia. Fadli akui tidak mau ada kecurangan yang ditutup-tutupi KPU.

“Mereka (KPU) bertanggungjawab untuk membuka ini. Siapa yang jadi dalang, siapa jadi pelakunya, serta ini ialah satu kejahatan demokrasi serta pengkhianatan pada politik kita,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Fadli menyarankan KPU-Bawaslu dan aparat berlaku netral di Pemilu 2019. Menurutnya, ketidaknetralan penyelenggara pemilu akan mengakibatkan tidak percaya publik.

“Kita mengharap sebetulnya mesti diawali dari penyelenggara pemilunya. KPU-Bawaslu itu yang perlu menahan. Lalu aparat harus juga netral. Aparat keamanan juga birokrasi mesti netral,” katanya.

Bila publik tidak yakin pada penyelenggara pemilu, Fadli memandang dapat memunculkan kekisruhan. Dia menjelaskan pemilu adalah pertandingan merampas kekuasaan sesuai dengan konstitusi.

“Pemilu ini ialah langkah yang beradab untuk bersaing merampas kekuasaan dengan damai serta konstitusional. Tetapi jika penduduk jadi tidak yakin pada pemilu, lalu apa yang akan berlangsung? Kan dapat kekacauan, dapat rusuh,” kata Fadli.

Baca Juga : Langkah Polda Jawa timur Turunkan Tekanan di Minggu Tenang Kampanye

Masalah surat nada tercoblos di Malaysia, Polri bekerja bersama dengan Polis Diraja Malaysia untuk membuka masalah ini. Dijelaskan, hasil investigasi masalah itu akan dikatakan keesokan hari, Selasa (16/4).

KPU juga meyakini masalah ini akan tersingkap. KPU membidik masalah ini terurai dengan jernih sebelum 17 April, yaitu sebelum hari pengambilan suara Pemilu 2019 di Indonesia.

“Sebelum 17 April, usai (masalah surat nada tercoblos di Malaysia),” kata komisioner KPU RI Pramono Ubaid di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (14/4).