Ramai-ramai Calon legislatif Ngalap Karunia di Petilasan Nyai Bagelen Purworejo 

Ramai-ramai Calon legislatif Ngalap Karunia di Petilasan Nyai Bagelen Purworejo

Purworejo – Tidak cuma lakukan kampanye, untuk sampai kemauannya supaya bisa menang dalam pileg 2019, tidak dikit calon legislatif pun ‘sowan’ ke beberapa tempat spesifik dengan meminta doa restu. Beberapa tempat yang diketahui keramat juga tidak lepas dari tujuan beberapa calon legislatif.

Diantaranya yaitu petilasan Ratu Diyah Ayu Roro Wetan atau Eyang Ratu Agung Bagelen yang terdapat di Dusun Bagelen, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen. Pada hari biasa, tempat ini memang tetap didatangi oleh masyarakat. Mereka hadir untuk minta doa restu pada Sang Ratu atau lebih diketahui masyarakat dengan panggilan Nyai Bagelen, supaya kemauan atau cita-citanya terkabul.

Juru kunci petilasan, Sarwoto (61) bercerita jika beberapa pengunjung yang hadir umumnya membawa ubo rampe berbentuk kembang setaman dan sebagainya. Dengan ritual yang dikerjakan serta meminta doa restu pada Nyai Bagelen, beberapa pengunjung yakin bila kemauan serta cita-citanya akan terkabul.

“Untuk ritual ya juru kunci yang pimpin, kelak tinggal pengunjung kemauannya apakah dapat dikatakan. Rata-rata yang minta doa di sini cita-citanya terwujud,” kata Sarwoto waktu didapati detikcom di ruang petilasan Nyai Bagelen, Rabu (13/3/2019).

Beberapa pengunjung yang hadir bukan sekedar dari Purworejo saja akan tetapi pun berasal di luar kota seperti Yogyakarta, Megelang, Wonosobo, Jakarta sampai Lampung. Beberapa kemauan dari mulai bertani, aduan penyakit, berdagang sampai menguber jabatan seperti jadi anggota dewan dan sebagainya pun disampaikan oleh pengunjung.

Mendekati pemilu 2019 ini, Sarwoto mengakui kehadiran tamu beberapa calon legislatif baik dari Purworejo ataupun luar Purworejo. Mereka sowan ke tempat itu tidak lainnya sebab ingin meminta doa restu pada Kanjeng Nyai Bagelen supaya bisa dipilih jadi wakil rakyat.

“Cocok Pilkades tempo hari banyak juga yang kesini, selalu belakangan ini caleg-caleg pun pada kesini. Datangnya tidak pasti, ada yang pagi, siang, sore bahkan juga malam. Utamanya ya meminta supaya kelak dapat dipilih jadi anggota dewan. Tidak cuma dari Purworejo justru, ada yang dari Yogya, Magelang, Wonosobo, Jakarta serta tempo hari justru ada yang dari Lampung,” tambah Sarwoto.

Tempat itu akan makin ramai didatangi pengunjung saat malam Selasa Kliwon, Jumat Kliwon atau 1 Sura. Sesudah kemauannya terkabul, umumnya pengunjung akan kembali hadir dengan membawa ‘jajan’ untuk Nyai Bagelen menjadi perkataan terima kasih.

Baca Juga : Kami Bangga Jokowi Contek Prabowo

“Umumnya yang telah terkabul selalu balik lagi bawa serta macem-macem menjadi perkataan terima kasih pada Nyai Bagelen. Ada yang bawa serta bunga, buah anggur, kelengkeng, pisang emas dan sebagainya. Jika minum umumnya teh tubruk pahit, kopi pahit serta kelapa muda,” sambungnya.

Petilasan Nyai Bagelen sendiri telah ada semenjak era ke-9 serta diakui adalah tempat bertapa sampai muksa dari Ratu Diyah Ayu Roro Wetan yang berkuasa di lokasi itu pada saat itu. Di belakang ruangan cungkup penting, ada banyak makam yang diakui menjadi pengikut setia Sang Ratu.