Turut Deklarasi Junjung Jokowi, Wabup Brebes Dicheck Bawaslu

Turut Deklarasi Junjung Jokowi, Wabup Brebes Dicheck Bawaslu

Brebes – Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengecek Wakil Bupati Brebes, Narjo siang hari ini. Narjo dicheck menjadi saksi berkaitan keikutsertaannya dalam pertemuan deklarasi junjung paslon 01 oleh 31 kepala daerah di Hotel Alila Solo, 26 Januari kemarin.

Narjo sampai di Bawaslu Brebes seputar jam 11.30 WIB bersama dengan ajudan. Wabup Brebes ini langsung masuk ke ruang untuk diminta keterangannya. Kontrol Narjo dengan tertutup serta mass media tidak diperbolehkan ambil gambar.

Narjo keluar ruang mendekati jam 13.00 WIB. Ia menampik memberi info pada alat berkaitan kontrol serta keterkaitannya dalam deklarasi di Solo itu.

“Tidak tidak.. no coment ya,” katanya singkat sekalian masuk ke mobil dinasnya.

Selesai kontrol, Yunus Awaludin Jaman, Koordinator Divisi Pengusutan Bawaslu Brebes memberi info Wakil Bupati Brebes itu di panggil serta dicheck menjadi saksi berkaitan keikutsertaannya dalam deklarasi suport pada paslon 01 oleh 31 daerah di Jawa Tengah di Hotel Alila Solo.

Kontrol ini, kata Yunus adalah mandat dari Bawaslu Propinsi Jawa Tengah untuk mengecek kepala daerah ataupun wakilnya yang turut deklarasi.

“Jadi kami cuma diperintah Bawaslu Jateng untuk memintai info serta klarifikasi pada beberapa saksi. Sebab ada laporan yang masuk ke Bawaslu Propinsi atas pertemuan serta deklarasi di Solo waktu itu dengan terlapor Gubernur Ganjar Pranowo,” kata Yunus.

Ditambahkan Yunus, Narjo pun diminta keterangannya berkaitan kemampuan hadirnya serta sarana yang dipakai waktu itu.

“Narjo waktu dicheck menjelaskan, kapasitasnya hadir ke Solo penuhi undangan senior PDIP Ganjar Pranowo, bukan menjadi kepala daerah akan tetapi menjadi kader partai. Ada kesana pun di luar hari kerja yakni Sabtu,” katanya.

Tentang sarana yang digunakan waktu menghadari pertemuan, pada Bawaslu Narjo menjawab tidak menggunakan sarana negara.

Baca Juga : okowi Dikasih Titel ‘Cak Jancuk’,

“Dia mengakui tidak memakai sarana itu. Tidak memakai kendaraan dinas. Mobil pinjam kakaknya, sopir serta ajudan pun tidak turut. Ia pergi bareng kader partai,” jelas Yunus.

Ikuti perubahan Pemilu 2019 cuma di detik.com/pemilu