Tablig Besar PA 212 Solo Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Panitia 

Tablig Besar PA 212 Solo Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Tanggapan Panitia

Solo – Acara tablig besar Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya dilaporkan ke Bawaslu oleh Team Kampanye Daerah (TKD) Jokowi Ma’ruf. Panitia memandang laporan itu salah tujuan.

Team advokasi panitia, M Taufiq, menanyakan pengertian kampanye yang disebut. Dalam kerangka tablig besar, ia pastikan bukan masuk kelompok kampanye.

“Kampanye menurut gambaran UU nomer 7 tahun 2017 itu mesti jelas penyelenggaranya, memang parpol, serta tentu menggunakan surat sinyal terima penerimaan laporan. Tempo hari kan jelas penanggung jawabnya PA 212 Solo Raya. Jadi tentu bukan team kampanye,” tuturnya waktu dihubungi detikcom, Senin (14/1/2019).

Tentang teriakan ‘ganti presiden’ serta kaus bertuliskan ‘ganti presiden’, Taufiq pun memandang bukan adalah kelompok kampanye. Bahkan juga, katanya, polisi pernah menyatakan itu.

“Jika meneriakkan ubah presiden sepertinya bukan kampanye deh. Jika pilih Prabowo pilih Sandiaga, itu mungkin kampanye,” tuturnya.

“Teriakan ubah presiden itu oleh polisi saja telah disebut tidak dapat dipersoalkan. Terkecuali disana gunakan ubah presiden Prabowo,” tutur ia.

Sedang tentang Ketua PA 212 Slamet Ma’arif yang dilaporkan sebab pun sisi dari team kampanye Prabowo-Sandi, dianya akan mengkajinya.

Baca Juga : Jokowi Geram Driver Ojol Direndahkan

“Saya belum juga tahu masalah itu (team kampanye),” ujarnya.

Dikabarkan awal mulanya, TKD Jokowi-Ma’ruf memberikan laporan acara tablig besar 212 di Solo serta dengan spesifik memberikan laporan Ketua PA 212 Slamet Ma’arif yang jadi pengisi acara pada Minggu, 13 Januari 2019 itu.

TKD mengakui mempunyai bukti kuat berkaitan kampanye terselubung itu. Kampanye terselubung yang disebut, diantaranya teriakan ubah presiden, kaus ubah presiden serta ajakan mencoblos.

“Telah kita berikan beberapa foto-foto, video yang telah kita terima dari rekan-rekan relawan,” tutur Ketua TKD Surakarta, Her Suprabu.