Kami Tidak Senyam-senyum, KPU Janganlah Lebay 

Kami Tidak Senyam-senyum, KPU Janganlah Lebay

Jakarta – Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyanggah pengakuan KPU masalah ‘rapat senyam-senyum, di luar teriak-teriak’. Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, minta KPU tidak memperkeruh situasi.

“Harusnya KPU janganlah memprovokasi semacam itu. Janganlah bangun cerita lebay. Saya tidak ingin menyerang KPU dengan institusi, tetapi tolong komisionernya janganlah bangun cerita yang tidak benar,” kata Andre waktu dihubungi, Senin (7/1/2019).

Dia memandang pengakuan KPU itu berkesan menyudutkan BPN Prabowo-Sandi. Andre menuturkan BPN Prabowo-Sandi tidak sempat sebatas ‘senyam-senyum’ dalam rapat serta menyetujui proses debat capres-cawapres demikian saja.

“Masak, kami disangka cuma hadir rapat senyam-senyum. Ini jadi pantas disangka komisionernya memihak begitu lo, sebab pengakuan ini. Berkesan politis serta menyudutkan tim kami,” katanya.

Andre lalu memberikan contoh masalah pemaparan misi serta visi capres-cawapres yang tidak sempat disetujui Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Dia menyebutkan semenjak awal BPN Prabowo-Sandi ialah pihak yang berkukuh supaya paparan visi-misi difasilitasi KPU.

“Contoh masalah pemaparan visi-misi tanggal 9 Januari itu, pihak kami menyarankan jika visi-misi dikatakan calon semasing. Tetapi tim Pak Jokowi inginnya stuntman, kami oke. Mereka gunakan stuntman, kami masih calon, tetapi mereka tidak sepakat,” jelas Andre.

“Lalu saling stuntman, tetapi calon kami ada, mereka tidak sepakat. Ya telah, saling stuntman, tinggal saatnya pagi atau siang gantian, tetapi mereka tidak mau. Maunya bersamaan. Sebab tidak sepakat, ya, telah KPU tidak jadi memfasilitasi,” lanjut ia.

Demikian juga masalah kisi-kisi atau bocoran masalah debat buat capres-cawapres. Saran itu, kata Andre, hadir dari BPN Prabowo-Sandi untuk mendatangkan keadilan buat ke-2 pihak.

“Masalah kisi-kisi debat, memang itu di setujui dalam rapat oleh kedua pihak untuk dikasihkan. Faktanya, dahulu ada info pada 2014 Pak Prabowo serta Pak Hatta (Hatta Rajasa) tidak bisa bocoran. Nah, pantas disangka tim samping bisa. Jadi, agar adil serta semua bisa perlakuan yang sama, kisi-kisi disetujui dikasihkan ke ke-2 team,” katanya.

Debat perdana capres-cawapres diselenggarakan KPU pada Kamis, 17 Januari 2019. Menurut KPU, proses debat perdana sudah disetujui TKN Jokowi-Ma’ruf serta BPN Prabowo-Sandi dalam rapat.

Baca Juga : Tim Prabowo Ucap Bocoran Debat Untungkan Jokowi

Meskipun begitu, perbincangan diantara ke-2 tim sukses masih tetap berlangsung. TKN Jokowi-Ma’ruf serta BPN Prabowo-Sandi sama-sama tuding masalah siapa yang tidak siap debat, sampai masalah bocoran pertanyaan debat.

Ke depan, KPU mengatakan akan lakukan pelajari selesai debat pertama diselenggarakan. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi memperingatkan supaya ke-2 tim sukses tidak sebatas ‘senyam-senyum’, tapi lalu teriak-teriak di luar rapat.

“Jadi debat ke-2, ke-3, ke empat itu dapat berlainan, bagaimana setiap ide miliki saran. Janganlah cocok rapat senyam-senyum tidak memprotes, tidak apakah, tetapi di luar teriak-teriak. Menurut saya itu tidak bertanggungjawab,” kata Pramono.