Tersisih dari Piala FA Dapat Jadi Karunia untuk Liverpool 

Tersisih dari Piala FA Dapat Jadi Karunia untuk Liverpool London – Liverpool barusan tersisih dari Piala FA. Hal tersebut malah dipandang dapat jadi karunia untuk The Reds dalam perburuan titel Premier League. Di Molineux Fase, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB, Liverpool dikalahkan oleh Wolverhampton Wanderers dengan score akhir 1-2 di set ke-3 Piala FA. Gol Raul Jimenez serta Ruben Neves hanya dapat dibalas sekali lewat Divock Origi. Buat Liverpool, kekalahan ini menyatakan catatan jelek mereka dibawah bimbingan Juergen Klopp di Piala FA. Pada tiga edisi awal mulanya, mereka berhenti di set ke empat. Kegagalan di Piala FA tahun ini dimaksud dapat jadi karunia untuk Liverpool dalam perburuan titel Liga Inggris. Liverpool masih tetap memuncaki klassemen sesaat Liga Inggris dengan perolehan 54 point. Hal

Kami Tidak Senyam-senyum, KPU Janganlah Lebay 

Kami Tidak Senyam-senyum, KPU Janganlah Lebay Jakarta – Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyanggah pengakuan KPU masalah ‘rapat senyam-senyum, di luar teriak-teriak’. Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, minta KPU tidak memperkeruh situasi. “Harusnya KPU janganlah memprovokasi semacam itu. Janganlah bangun cerita lebay. Saya tidak ingin menyerang KPU dengan institusi, tetapi tolong komisionernya janganlah bangun cerita yang tidak benar,” kata Andre waktu dihubungi, Senin (7/1/2019). Dia memandang pengakuan KPU itu berkesan menyudutkan BPN Prabowo-Sandi. Andre menuturkan BPN Prabowo-Sandi tidak sempat sebatas ‘senyam-senyum’ dalam rapat serta menyetujui proses debat capres-cawapres demikian saja. “Masak, kami disangka cuma hadir rapat senyam-senyum. Ini jadi pantas disangka komisionernya memihak begitu lo, sebab pengakuan ini. Berkesan politis serta menyudutkan tim kami,” katanya. Andre lalu memberikan contoh masalah pemaparan misi serta visi capres-cawapres yang tidak sempat disetujui Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Dia menyebutkan semenjak awal BPN Prabowo-Sandi ialah pihak yang berkukuh supaya paparan visi-misi difasilitasi KPU. “Contoh masalah pemaparan visi-misi tanggal 9 Januari itu, pihak kami menyarankan jika visi-misi dikatakan calon semasing. Tetapi tim Pak Jokowi inginnya stuntman, kami oke. Mereka gunakan stuntman, kami masih calon, tetapi mereka tidak sepakat,” jelas Andre. “Lalu saling stuntman, tetapi calon kami ada, mereka tidak sepakat. Ya telah, saling stuntman, tinggal saatnya pagi