Mengapa SBY Baru Kampanyekan Prabowo Maret 

Mengapa SBY Baru Kampanyekan Prabowo Maret

Jakarta – Partai Demokrat serta Ketum Susilo Bambang Yudhoyono akan turun mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Maret tahun kedepan. Kenapa mesti di bulan Maret?

“Mengapa mesti Maret? Pertama, itu masuk kampanye sah pemilihan presiden. Jadi kampanye besar pemilihan presiden waktu yang pas,” kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief waktu di konfirmasi, Selasa (20/11/2018).

Andi memaparkan fakta lainnya kenapa SBY mengampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret 2019. Salah satunya faktanya berkaitan dengan persiapan partai untuk penentuan legislatif.

“Ke-2, pastikan calon presiden serta calon wakil presiden selalu kerja dalam 4 bulan ini supaya kepopuleran naik. Calon presiden serta cawapreslah yang begitu memastikan nada. Ke-3, tidak mengganggu koalisi partai pengusung menyiapkan pilegnya. Sebab dua medan pertarungan yang berlainan,” ucap Andi.

Ia meyakini SBY bersama Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan memberikan efek elektoral bermakna buat Prabowo-Sandi. Andi membesarkan hati figur SBY-AHY.

“Profil SBY serta AHY yang kegemaran penduduk pada mereka berdua cukuplah tinggi, sangat mungkin mereka memberikan endorsment nanti. Endorsment ini yang akan didengar rakyat yang akan memengaruhi undecided voters. Selain itu bukan mustahil akan memengaruhi mereka yang ingin ubah presiden untuk pilih Prabowo-Sandi. Sebab ada tanda-tanda dapat berlangsung golput yang lumayan besar,” jelas Andi.

Baca Juga : Di Hambalang Tidak Ada Genderuwo

“Prinsipnya, SBY serta AHY menghargai super starnya Prabowo untuk berkampanye habis-habisan. Prabowolah yang akan memastikan kemenangan,” tegasnya.

Awal mulanya dikabarkan, Wasekjen PD Rachland Nashidik menuturkan jika partainya memiliki komitmen memenangi Prabowo-Sandi di Pemilihan presiden 2019. Karena itu, SBY mulai Maret 2019 akan ikut mengampanyekan Prabowo.

“Pak SBY akan turun. Bulan Maret (2019) kelak ia akan turun untuk mengampanyekan Pak Prabowo,” tutur Rachland pada wartawan di Yogyakarta, Minggu (18/11).