Di Ujung Pertandingan Liga ke-600, Bagaimana Klopp Akan Menandainya

Di Ujung Pertandingan Liga ke-600, Bagaimana Klopp Akan Menandainya Liverpool – Akhir minggu ini cukuplah istimewa buat manajer Liverpool Juergen Klopp sebab akan melakukan laga liga ke-600 dalam karirnya. Dapatkah Klopp menandainya dengan hasil terunggul? Pelatih berumur 51 tahun itu mengawali karirnya pada 2001 di Bundesliga dengan membesut Mainz saat tujuh tahun. Sesudahnya, Klopp naik kelas selesai ditunjuk menjadi arsitek Borussia Dortmund pada 2008. Dibawah bimbingan Klopp, Dortmund sukses mematahkan dominasi Bayern Munich untuk merampas dua gelar liga pada 2010/11 serta 2011/12. Sesudah habiskan tujuh tahun di Signal Iduna Park, Klopp masuk Liverpool, menukar Brendan Rodgers semenjak 2015. Dalam 599 laga liga, Klopp mempunyai rekor 295 menang (49,24%), 158 seri (26,37%), serta 146 kalah (24,37%). Demikian dikutip Opta. Klopp akan mengikuti Liverpool waktu menjamu Southampton

KIK Dimaksud Konsolidasi Ikut-ikutan

KIK Dimaksud Konsolidasi Ikut-ikutan Jakarta – Partai Gerindra menyebutkan konsolidasi Joko Widodo-Ma’ruf Amin patut dimaksud Konsolidasi Ikutan (KIK) sebab sering mengikuti tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PSI menyampaikan gerindra sangat ‘GR’ alias ‘gede rasa’. “GR. GR sinyal tidak dapat,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni waktu dihubungi, Jumat (21/9/2018). Toni menyatakan Jokowi tidak sempat ikuti Prabowo. Menurutnya, ada profil lainnya yang lebih baik untuk dicontoh. “Manakah sempat Pak Jokowi ikutan Pak Prabowo. Jika ingin nyontek ke profil yang lebih baik dong,” katanya. Baca Juga : Di kuatirkan Terbawa Politik Praktis Partai Gerindra menyebutkan KIK Jokowi-Ma’ruf menjadi singkatan ‘Koalisi Ikut-ikutan’. Alasannya, KIK senang menyontek pergerakan yang dibikin konsolidasi Prabowo-Sandi. “Tim samping seperti telah kehilangan kreatifitas kerja mereka mengikuti apakah yang kami kerjakan. Kami bikin hashtag mereka turut, kami bikin lagu mereka turut, kami sasar milenial mereka turut. Kami cemas mereka dimaksud ‘Koalisi Ikut-ikutan’ (KIK),” kata Ketua DPP