Tiga Figur Itu Buat Jerman Beda Nasib di Piala Dunia 2018 serta 2014

Tiga Figur Itu Buat Jerman Beda Nasib di Piala Dunia 2018 serta 2014

Jakarta – Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018, kontras dengan empat th. lalu waktu jadi juara. Ada tiga figur yang dimaksud buat Jerman beda nasib di 2018 serta 2014.

Nasib Die Mannscahft pada Piala Dunia 2018 ditetapkan Kamis (28/6/2018) awal hari WIB. Kekalahan 0-2 atas Korea Selatan bukanlah saja bikin Jerman tersingkir, tetapi juga mengerjakannya dengan predikat juru kunci groupnya.

Walau sebenarnya baru empat th. tahun kemarin Jerman melenggang dari fase group lalu dengan cara beruntun menyisihkan Aljazair, Prancis, Brasil, serta Argentina untuk tampak jadi juara Piala Dunia 2014.

Dalam rentang empat th., materi pemain Jerman pada intinya tak jauh beda. Memperbandingkan starting XI Jerman vs Korsel awal hari yang tadi dengan starting XI Jerman vs Argentina di final empat th. lalu saja, contohnya, ada nama Manuel Neuer, Mats Hummels, Toni Kroos, serta Mesut Oezil. Thomas Mueller, pemain pengganti lawan Korsel, main mulai sejak awal lawan Argentina di final 2014.

Di segi lainnya, juga terdapat banyak figur yang tidak sekali lagi berada di scuad Joachim Loew sekarang ini. Dengan cara khusus, dalam segi peran, ada tiga pemain yang buat Jerman jadi beda nasib di 2014 serta 2018 ; Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, serta Miroslav Klose.

Ke-3 figur ini jadi pilar serta memberikan inspirasi semasing lini Jerman dalam Piala Dunia 2014 di Brasil : Lahm jadi kapten Jerman serta komandan lini belakang, Schweinsteiger meredam lawan sekalian melindungi ritme melalui dalaman, Klose jadi jaminan gol.

” Ada tiga pembeda paling utama pada tim (Jerman) sebagai juara di Brasil 2014 serta tim yang itu : Philipp Lahm, Miroslav Klose and Bastian Schweinsteiger, ” catat Jamie Carragher, bekas pemain timnas Inggris serta club Liverpool, dalam kolomnya di Telegraph.

Baca Juga : Nigeria Vs Argentina Score 1-2

” Empat th. lalu Jerman dapat menguasai dengan mutunya lantaran mempunyai daya yang saat ini tidak mereka punyai. Klose jamin dominasi penguasaan bola bakal terkonversi jadi gol, Schweinsteiger (pada puncak perform) dapat tampak dimuka pertahanan serta menyetop usaha serangan balik lawan. Kepemimpinan kapten Lahm, pengorganisasiannya, serta kecepatannya jadi full back meyakinkan hanya segelintir tim lawan yang dapat meneror Jerman dari serangan balik. ”

” Jerman memainkan style yang sama di Rusia, namun minimnya pemain untuk memainkan peran sama dengan pemain-pemain yang telah pensiun ini jadi petaka, ” katanya.

Sesudah menolong Jerman memenangkan Piala Dunia 2014, Lahm, Schweinsteiger, serta Klose dengan cara bergiliran pensiun dari timnas. Diawali dari Lahm yang mundur dari timnas lima hari selesai final di Brasil, menyusul Klose satu bulan lalu, serta paling akhir Schweinsteiger pada Juli 2016.